Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR). Kongregasi ini didirikan pada tgl 15 agustus 1958 di Larantuka, Flores, Indonesia, oleh Mgr. Gabriel Manek, SVD dan Sr. Anfrida van der Werff, SsPs. Sejarah Gereja Keuskupan Larantuka adalah latar belakang berdirinya kongregasi PRR ini. Pendiri melihat dan membaca kebutuhan gereja pada waktu itu, yang mana situasi perkembangan iman umat sangat membutuhkan pelayanan dan pendampingan para imam. Namun pada waktu itu pada umumnya tenaga imam masih sangat kurang, sementara penganut agama katolik semakin banyak, dan perkembangan ini sangat membutuhkan pendampingan. Maka untuk menjawab situasi dan kebutuhan pelayan tersebut, para pendiri mendirikan kongregasi PRR, untuk berpartisipasi dalam misi Kristus yang terlibat dalam membangun kerajaan Allah, untuk membawa Kabar Baik kepada orang miskin, orang sakit dan mereka yang membutuhkan. Selain itu kongregasi ini didirikan sebagai tanda syukur pada Allah untuk kesetiaan dan pemeliharaan-Nya denga penuh cinta, bagi umat katolik dalam keuskupan Larantuka, yang setia memelihara iman akan Kristus selama kurang lebih dua abad, tanpa pendampingan dari hirarki, dan syukur atas kesetiaan umat berdevosi pada bunda Maria dalam kehidupan mereka sehari-hari melalui pendarasan doa rosario.
Para Pendiri, menempatkan kongregasi ini, di bawah perlindungan Maria, Ratu Rosario, yang mengikuti Yesus dengan meneladani Maria hamba Allah (Lk 1 :26-38). Maria adalah seorang wanita yang setia mengikuti Yesus sampai di Kalvari, sebagai model dan teladan bagi kita untuk merenungkan bagaimana harus mengikuti Kristus. Dengan demikian dalam kehidupan sehari-hari kami berusaha untuk menjadi ibu dan saudari bagi mereka yang kita jumpai dan di layani dengan semangat Magnificat dan melayani umat Allah dengan hati gembira dan sederhana.
Pelayanan kami:
Sampai saat ini kami bekerja di 27 keuskupan, di Indonesia 20 keuskupan, dan Timor Leste dua keuskupan, Italia lima keuskupan, di kenya empat keuskupan, Belgia satu keuskupan. Di Indonesia kita melaksanakan karya pastoral dengan mengajar agama Kristen di sekolah, mempersiapkan kursus untuk pembaptisan, Komuni pertama, dan bimbingan untuk para gadis putus sekolah untuk ketrampilan keputrian seperti memasak, menjahit, dan perkebunan, pertenunan.
Salah satu kerasulan yang nampaknya sederhana dan terlupakan namun wajib dilaksanakan oleh kongregasi ini yakni mengunjungi keluarga di desa-desa, terutama orang tua yang sakit di rumah mereka yang kurang mendapat perawatan di rumah sakit. Selain itu kami juga mengelola sebuah rumah sakit lepra untuk penderita kusta dan kami memiliki klinik kesehatan kecil di daerah pedesaan dan taman kanak-kanak.
Di Timor Leste (Timor Timur) sejak tahun 1979, kongregasi ini mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan gereja lokal, yakni terlibat dalam pendidikan, pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial.
Di Kenya, Afrika Timur: Sejak Januari 1998, kongregasi PRR hadir di daerah Kenya. Saat ini kita bekerja dalam 4 keuskupan. Para suster terlibat dalam kegiatan pastoral komunitas basis, dan dalam pelayanan kesehatan di bidang sosial, dengan perhatian khusus terhadap korban AIDS, yatim piatu dan janda-janda dan anak – anak.
Di Italia: Kami bekerja di keuskupan Reggio Calabria – Bova, ada dua komunitas yakni melayani seminari tinggi dan lansia, Keuskupan Rossano satu komunitas yang bekerja di rumah keuskupan, Keuskupan San. Marco, satu komunitas yang melayani seminari kecil, dan di keuskupan Trento para suster melayani para imam SVD (Jompo), dan di keuskupan Roma adalah rumah student.
Sampai saat ini anggota kongregasi ini berjumlah 360, yang berkaul kekal, 21 novis, 29 postulan. Rumah Formasi ada tiga yakni di Indonesia (Larantuka), Di Timor Timur (Liquica – Dili), Kenya (Eldored).
Ascolta
Trascrizione fonetica
Dizionario – Visualizza dizionario dettagliato
